Minggu, 01 Mei 2011

Banyak-banyaklah Bergaul Agar tidak Cepat Pikun

Orang pikun susah bergaul karena tak
mudah baginya untuk mengingat
wajah dan nama orang lain.
Sebaliknya, penelitian
membuktikan orang yang jarang
bergaul juga cepat mengalami kemunduran fungsi otak dan
pikun di usia yang lebih muda. Penelitian yang dilakukan oleh
Bryan James dari Rush
Alzheimer's Disease Center ini
menunjukkan, banyak bergaul
sama manfaatnya dengan
permainan asah otak seperti teka-teki silang dan sudoku.
Makin banyak bergaul, fungsi
otak akan semakin awet. "Kalau sudah pikun, logikanya
pergaulan akan makin sulit
karena terkendala daya ingat
yang berkurang. Tapi penelitian
ini membuktikan jarang bergaul
juga bisa menyebabkan cepat pikun," ungkap James seperti
dikutip dari Livescience, Selasa
(26/4/2011). Dalam penelitian terbarunya,
James melibatkan 1.138 lansia
dengan usia rata-rata 80
tahun. Di awal penelitian,
seluruh pastisipan berada dalam
kondisi mental yang sehat dengan fungsi otak serta daya
ingat yang seluruhnya masih
tergolong normal. Para partisipan diminta mengisi
kuesioner yang menggambarkan
aktivitasnya dalam kegiatan
sosial, baik pesta-pesta maupun
ikut klub olahraga. Peneliti juga
melakukan pengamatan jangka panjang untuk melihat
perkembangan fungsi otak dari
masa ke masa. Setelah 5 tahun, peneliti
membandingkan fungsi kognitif
atau kecerdasan pada para
partisipan. Lewat uji kognitif,
terungkap adanya perbedaan
daya ingat dan daya nalar berdasarkan tingkat pergaulan
atau keterlibatan partisipan
dalam kehidupan sosialnya. Partisipan yang aktif bergaul
memiliki fungsi kognitif yang
relatif lebih terjaga
dibandingkan partisipan yang
jarang bergaul. Kemunduran
fungsi otak jauh lebih kecil, yakni sekitar 25 persen
dibandingkan kelompok
partisipan yang jarang bergaul. "Kemungkinannya, aktivitas
sosial membentuk perubahan
interpersonal yang kompleks.
Perubahan itu membantu sistem
saraf untuk bekerja lebih efisien
ketika memasuki usia lanjut," pungkas James dalam
laporannya di Journal of the
International Neuropsychological
Society.

Sumber: detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar