Minggu, 01 Mei 2011

Banyak Tidur atau Kurang Tidur sama-sama Bikin Cepet Pikun

Sekali waktu tubuh perlu diberi waktu
yang cukup untuk istirahat,
artinya tidak lebih dan tidak
kurang. Kurang tidur
memberikan efek yang sama
dengan kebanyakan tidur, yakni menyebabkan otak menderita
pikun sekitar 4-7 tahun lebih
awal. Sebuah penelitian yang
dilakukan oleh Jane Ferrie, PhD
dari University College London
Medical School menunjukkan,
otak lebih cepat mengalami
kemunduran fungsi kognitif jika terlalu sering diistirahatkan.
Efeknya sama saja dengan
ketika jarang diistirahatkan. Hasil pengamatan terhadap
5.431 partisipan dalam penelitian
itu menunjukkan, tidur lebih
lama dari 8 jam menyebabkan
hasil tes kecerdasan turun
dibandingkan kelompok kontrol yang tidur 6-8 jam. Nilai paling
rendah teramati pada
kemampuan berlogika, kosakata
dan kognitif. Hasil yang sama juga teramati
pada partisipan yang tidur
kurang dari 6 jam dalam sehari.
Satu-satunya komponen
kecerdasan yang tidak
terpengaruh oleh lamanya waktu tidur hanya kemampuan
mengingat jangka pendek,
sedangkan komponen lainnya
termasuk kemampuan berlogika
juga menurun. Menurut Dr Ferrie, penurunan
fungsi kognitif yang terjadi
pada partisipan yang tidur lebih
singkat atau lebih lama juga
dialami oleh partisipan yang
tidur dengan durasi ideal yakni 6-8 jam. Hanya saja pada
partisipan yang waktu tidurnya
ideal, kemunduran tersebut
baru terjadi 4-7 tahun
kemudian. Ketika dikelompokkan
berdasarkan jenis kelamin,
lamanya waktu tidur dalam
sehari yang paling ideal bagi
wanita adalah 7 jam dan yang
terbaik kedua adalah 6 jam. Pada pria, tidur selama 6,7 atau
8 jam tidak menunjukkan
perbedaan efek yang signifikan
di otak. "Dampak negatif dari
kebanyakan tidur, terlalu
sedikit atau tidur kurang
berkualitas belakangan ini makin
menjadi perhatian karena
efeknya berhubungan dengan berbagai aspek kesehatan,"
ungkap Dr Ferrie seperti dikutip
dari Medicalnewstoday, Senin
(2/4/2011).

Sumber: detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar