Kamis, 05 Mei 2011

Indonesia Urutan 107 Negara Layak Huni Bagi Ibu-ibu

Tingkat kematian ibu melahirkan dan
anak merupakan indikator
kelayakan sebuah negara bagi
kaum perempuan. Dari 160
negara yang disurvei, Indonesia
menempati urutan ke-107 negara paling layak untuk dihuni
kaum perempuan khususnya
ibu-ibu. Survei tersebut digelar baru-
baru ini oleh sebuah organisasi
internasional yang bergerak di
bidang kesehatan ibu dan anak
yakni Save the Children. Negara
yang disurvei meliputi 43 negara maju, serta 117 negara
berkembang termasuk
Indonesia. Dari total 160 negara, Norwegia
menduduki peringkat tertinggi
negara paling layak dihuni ibu-
ibu. Seluruh kelahiran bayi di
negara ini sudah ditangani oleh
tenaga kesehatan, sehingga tingkat kematian balitanya
tercatat paling rendah yakni 1 di antara 175 balita. Kesejahteraan pekerja
perempuan juga paling
diperhatikan, karena di
Norwegia ibu melahirkan bisa
mendapat hak cuti paling
panjang yakni setahun penuh. Selain itu, fasilitas dan layanan
kesehatan di negara ini dinilai
paling layak untuk ibu-ibu. Kondisi ini sangat bertolak
belakang dengan Afghanistan
yang menempati peringkat
ke-160 alias juru kunci.
Kematian balita terjadi pada 1 dari setiap 5 anak, sedangkan kematian ibu melahirkan
tercatat paling tinggi yakni
sebanyak 1 dari 11 kelahiran. Indonesia menempati posisi
ke-43 dalam kategori negara
berkembang, atau peringkat
ke-107 dari seluruh negara
yang disurvei. Survei tersebut
tidak merinci data di Indonesia, namun berdasakan Survei
Demografi Kesehatan Indonesia
(SDKI) tahun 2007, angkanya
tercatat 228 per 100 kelahiran
hidup. Secara lengkap, 10 negara
terbaik bagi ibu-ibu
menurut survei tersbeut
adalah sebagai berikut
seperti dikutio dari
Savethechildren, Kamis (5/5/2011).
1. Norwegia
2. Australia
3. Islandia
4. Swedia
5. Denmark
6. Selandia Baru
7. Finlandia
8. Belanda
9. Belgia
10. Jerman Sementara itu

10 negara terburuk bagi ibu-ibu adalah sebagai berikut.
1. Afghanistan
2. Nigeria
3. Chad
4. Guinea Bissau
5. Yemen
6. Kongo
7. Mali
8. Sudan
9. Eritrea
10. Equatorial Guinea

Tidak ada komentar:

Posting Komentar